Minggu, 26 Desember 2010

Presentasi


Kadang saya kurang lihai dalam mempresentasikan sesuatu,mungkin ada sebab-sebabnya yang menghambat saya untuk dapat presentasi dengan baik. Saya sendiri mulai mengenali kekurangan saya pada saat presentasi,yang kebanyakan saya ketahui adalah kurangnya persiapan untuk pemahaman materi yang saya bawakan. Tapi bagi saya hal yang paling penting adalah percaya diri. Mau orang hebat seperti apapun kalau rasa percaya dirinya mulai berkurang maka dia akan terlihat gugup dan kehilangan daya tariknya.

Di kampus mahasiswa juga mengeluh, katanya banyak dosen yang pintar untuk dirinya sendiri, ilmunya tidak mengalir. Kadang saya merasa bosan kalau cara mengajar dosen seperti itu. Kita semua memang memiliki masalah yang sama ketika harus berbicara di hadapan publik. Berikut adalah tips bagaimana melakukan presentasi yang baik. Jangan biasakan tergantung pada teks. Teks dapat membunuh bakat, merusak flow dan menciptakan jarak. Gunakan pointers, sekedar untuk membantu. Ukur sungguh-sungguh dalamnya sungai. Pelajari dulu siapa audiencenya, latar belakang, jalan pikiran, pendidikan dan jabatan mereka. Jangan main asal tembak.
Jangan bicarakan dua hal ini : Yang sudah mereka tahu, atau yang tak ingin didengar. Selalu sajikan hal-hal yang orisinal, jangan merusak mood audience dengan pernyataan yang tidak disukai.
Jangan biarkan audience jenuh. Jaga volume suara, nada tidak monoton, begitu mereka mulai jenuh ajaklah dialog, berikan sedikit humor. Humor tidak boleh berlebihan. Ia hanya boleh digunakan untuk membangkitkan daya pikir. Jika berlebihan akan kehilangan substansi.

Periksa ruangan dan fasilitas presentasi termasuk mikrophon sebelum dimulai. Ruangan yang langit-langitnya rendah akan membuat Anda cepat letih. Cahaya yang masuk dari kaca dapat mengganggu konsentrasi. Ruangan yang terlalu sempit dapat membatasi gerakan tubuh saudara. Tetapi yang terlalu lebar dapat membuat presentasi tidak fokus. Mikrofon dan sound system yang tidak baik dapat mengganggu konsentrasi.
Biasakan interaktif. Jangan asyik bicara sendiri. Berikan kesempatan peserta memberi contoh, jawaban, melakukan aktivitas tertentu (game, teka teki atau melakukan sesuatu), tertawa, atau bahkan mendengarkan musik. Be specific. Selalu berikan contoh dan ilustrasi. Sesekali berikan cerita. Jangan merendahkan mutu dengan mengatakan “maaf saya sebenarnya tidak siap”, “maaf bahasa Inggris saya payah”, “ini bukan bidang saya”, “Anda pasti lebih tahu dari saya”, “saya baru belajar”, dan seterusnya.

Manusia adalah mahluk yang malas yang hanya mau mendengarkan orang yang layak didengar, dianggap lebih tahu. Latihan yang cukup. Selalu mintalah umpan balik. Bila perlu rekam, putar kembali, minta pendapat dari orang dekat. Perhatikan bahasa tubuh. Jangan melakukan gerakan yang merusak penampilan. Berpakaianlah agak cerah, agar Anda menciptakan kesegaran di dalam ruangan. Jangan berbicara seperti sedang ngobrol dengan seseorang. Ingatlah Anda berbicara di hadapan puluhan orang, kombinasikan bahasa resmi dengan bahasa percakapan yang layak.

Ada pandangan dalam masyarakat bahwa kemampuan seseorang berbicara di depan umum adalah bakat bawaan dari lahir dan hanya dimiliki oleh orang - orang tertentu saja.
Berbicara di depan umum/ public speaking, baik itu dalam acara pernikahan, ulang tahun, peresmian kantor, acara penghargaan, pidato sambutan, kesaksian produk/ kesuksesan dan lainnya menjadi momok yang begitu menakutkan bagi sebagian besar orang, bukan hanya di Indonesia bahkan di dunia.

Beberapa manajer / eksekutif / owner perusahaan, leader Network marketing, pimpinan organisasi yang sempat saya temui, mengatakan mereka tidak berbakat / tidak bisa berbicara di depan umum dan cenderung kalau bisa menghindari berbicara di depan umum. Yang lebih parah lagi adalah para pelajar / mahasiswa yang merupakan generasi penerus bangsa ini, hampir sebagian besar yang saya jumpai tidak tertarik dengan yang namanya Seminar / Pelatihan. Alasan mereka sederhana saja, karena dalam bayangan mereka acara seperti itu membosankan.

Ada ungkapan bijak mengatakan bahwa Bakat itu 1 %, 99 % lainnya adalah Ketekunan dan Cara /metode. Kita semua dilahirkan ke dunia ini untuk pertama kalinya adalah Menangis, tidak ada satu bayi pun secara normal lahir sudah bisa berbicara. Baru pada bulan-bulan selanjutnya bayi mulai belajar mengeluarkan bunyi-bunyi yang membentuk penggalan kata. Setiap hari bayi mendengar kata demi kata dari lingkungan sekitar bayi. Saat itulah bayi tersebut sebenarnya sedang belajar untuk berbicara. Kalau kitan frustasi. Dan untuk anak-anak yang normal, saat usia di atas 2 tahun kemampuan berbicaranya akan semakin baik. Ini semua menggambarkan bahwa metode belajar diikuti ketekunan akan membuat setiap orang bisa berbicara. Begitu pula dengan berbicara di depan umum bila anda tahu caranya, mau mempraktekkan caranya secara tekun, pasti ANDA AKAN BISA.

Tidak ada komentar: